Email: [email protected]

Cara Menggunakan Light Meter Untuk Mencari Keseimbangan Pencahayaan


Berikut ini sipolos akan memberikan beberapa cara menggunakan light meter untuk mencari keseimbangan pencahayaan. Sebelum kita membahas tentang cara penggunaan alat ini, ada baiknya kita akan mengenal sedikit tentang apa itu light meter?

cara menggunakan light meter

Light meter atau Lux meter adalah sebuah alat ukur yang memiliki kegunaan untuk mengukur intensitas cahaya. Dengan menggunakan alat ini kita para pengguna kamera akan terbantu dalam mengetahui intensitas cahaya yang masuk ke diafragma, hal tersebut tentunya akan mempermudah dalam mencari keseimbangan pencahayaan.

Cara Menggunakan Light Meter Berdasarkan Jenisnya

Cara menggunakan light meter sendiri diatur berdasarkan jenisnya, terdapat 2 jenis Light meter yaitu light meter internal dan light meter eksternal. Untuk memakai light meter internal sendiri pada dasarnya sudah menjadi bagian atau sudah terdapat pada komponen pada sebuah kamera, terutama pada kamera modern. Penggunaannya sendiri bisa dilihat pada layar LCD dan view finder yang terdapat pada kamera, sedangkan untuk light meter eksternal biasanya digunakan sebagai sebuah alat tambahan dan pendukung untuk pengambilan gambar agar hasil dari gambar yang diambil lebih maksimal dan sangat cocok untuk dimiliki oleh para photographer profesional.

Baca Juga : Cara Menggunakan Jangka Sorong

Penggunaan fasilitas light meter akan membantu Anda dalam mengetahui tingkat intensitas cahaya, sehingga Anda tidak perlu lagi menebak – nebak dalam menentukan kombinasi dari bukaan diafragma dan juga shutter speed yang tepat dalam melakukan pengisian film atau sensor dengan cahaya. Pada intinya fungsi dari light meter yaitu ibarat sebuah meteran yang dapat melakukan pengukuran intensitas cahaya yang akan jatuh mengenai sensor atau film melalui diafragma hal itu tentunya dapat memudahkan fotografer dalam mencari keseimbangan pencahayaan.

Jenis Pengukuran Light Meter Secara Umum

Light meter sendiri secara umum terdiri dari 2 jenis pengukuran. yang pertama yaitu Reflected light meter yaitu cahaya yang telah dipantulkan oleh subjek dan yang kedua yaitu Incident light meter yaitu cahaya yang telah jatuh ke subjek.

1. Reflected light meter
Reflected light meter sesuai dengan namanya reflected yaitu light meter jenis ini akan menghitung cahaya yang telah dipantulkan oleh subjek dan kemudian memilih setting exposure kamera (aperture, shutter speed dan ISO) agar supaya tonalnya 18% abu-abu (gray). Pada sebuah kamera, untuk mengaktifkan fitur ini cukup mudah, yaitu dengan menekan setengah tombol shutter. Pada light meter eksternal seperti Sekonic, kemudian arahkan atau bidik alat ke area midtone yang sedang atau midtone gelap terangnya, dan kemudian pada layar LCD akan menunjukkan setting exposure termasuk juga f-stop yang telah direkomendasikan untuk digunakan. Masalah yang sering terjadi dari reflected light meter mode adalah light meter dapat mengalami kesalahan apabila subjek foto memiliki terlalu banyak bidang hitam atau putih. jika subjek memiliki banyak bidang berwarna hitam, maka akan menghasilkan foto menjadi abu-abu alias terlalu terang, sedangkan apabila pada bidang putih akan menyebabkan pemantulan terlalu banyak cahaya sehingga foto yang dihasilkan akan menjadi agak sedikit gelap atau abu-abu.

2. Incident light meter
Apabila ingin menghitung cahaya yang akan jatuh ke subjek foto, penggunaan incident light meter mode akan lebih akurat, hal tersebut karena penggunaan mode ini akan dapat mengukur secara langsung kuantitas cahaya yang akan jatuh ke subjek, bukan dari cahaya yang dipantulkan. Cara menggunakan incident light meter adalah dengan menempatkannya ke subjek foto kemudian mengarahkan kubah putih light meter dan hadapkan kearah cahaya lalu tekan tombol pada light meter. Apabila arah cahaya yang menerangi subjek foto dari arah samping, hadapkan kubah ke arah lensa hal ini dapat membantu dalam perhitungan f-stop yang lebih akurat. Penggunaan setting F-stop yang tepat akan terlihat pada layar LCD pada kamera.

Penggunaan mode reflected ataupun mode incident memiliki kekurangan dan kelebihan masing masing. Untuk mode reflected lebih efektif untuk pengambilan foto pemandangan, karena mode incident tidak dapat digunakan untuk arah cahaya yang dating dari arah belakang yang sering ditemukan pada saat pengambilan gambar sunrise dan sunset. Mode incident lebih cocok untuk pengambilan gambar atau foto portrait dengan flash, karena dapat mengukur perbedaan exposure pada cahaya utama (main) dan juga pengisi (fill).

Baca Juga : Cara Menggunakan Micrometer Sekrup

Itulah beberapa cara menggunakan light meter agar dapat membantu dalam mencari keseimbangan pancahayaan pada saat mengambil gambar atau foto dengan kamera. Semoga artikel ini dapat membantu Anda mendapatkan hasil foto yang berkualitas. Jangan lupa baca juga cara menggunakan alat ukur lainnya hanya di sipolos.

Have any Question or Comment?

Leave a Reply