Teruslah Bertumbuh Walau Terlihat Patah

0 5,934

“Walau terlihat patah atau bahkan remuk redam, teruslah bertumbuh, karena sehancur apapun kondisinya saat ini, waktu akan terus berlalu untuk berlanjut ke hari esok” – Ibnu Khairan

tumbuh dalam kesulitan

Dalam menjalani kehidupan adalah suatu keniscayaan jika tidak semuanya akan berjalan sesuai dengan keinginan, diantara jalan yang panjang membentang, tidak sedikit ditumbuhi oleh dedurian di kanan dan kirinya, dipenuhi kerikil serta bebatuan yang menjadi penghalang. Bekas luka dan memar tidak jarang menjadi penghias yang hadir menemani perjalanan. Namun seberat dan seterjal apapun jalannya, bahwa hidup harus tetap terus berjalan.

Kehidupan Punya Ceritanya Sendiri

Sebuah kewajaran jika kita menginginkan banyak kebaikan didalam kehidupan, kebaikan yang senantiasa hadir menyertai perjalanan. Beragam ikhtiar mungkin telah diupayakan, berusaha dengan segenap kemampuan yang di punya dan berdoa dalam segala kesempatan yang ada, namun nyatanya terkadang kehidupan punya ceritanya sendiri terhadap kisah yang dijalani. Kehidupan sering dengan caranya ingin mengajarkan banyak hal, hingga pada akhirnya sebuah senyuman akan teruntai ketika waktunya datang.

Layaknya pohon yang menggugurkan daunnya di musim kemarau, agar ia bisa kembali menghadirkan bunga-bunga nan mekar dan harum di musim semi serta mampu memberikan keindahan bagi sekitarnya atau bagaikan elang yang harus mematahkan paruh dan kukunya serta mencabut beberapa bagian bulunya agar bisa kembali menumbuhkan paruh, kuku, dan sayap yang baru untuk bertahan dan terlahir menjadi elang yang baru dan siap kembali mengangkasa. Begitu juga dengan kehidupan, walau pada awalnya terlihat patah atau bahkan hancur, namun pada hakekatnya kehidupan ingin memberikan kita kesempatan untuk terus bertumbuh dan berproses belajar menjadi pribadi yang lebih matang.

Ada Ujian Tiap Ingin Naik Level

Dalam menempuh proses pendidikan, ujian adalah sebuah proses yang mesti dilewati oleh para peserta didik untuk menentukan layak atau tidakkah ia bisa naik ke level selanjutnya. Kehidupan juga mempunyai alur yang sama, ujian yang melanda kehidupan merupakan suatu keniscayaan proses yang mesti dilewati agar ia mampu memasuki tingkat kedewasaan yang lebih baik dimana kesulitannya tentu akan berbeda dari yang sebelumnya.

Banyak orang yang hanya melihat seseorang ketika mereka telah mampu berada dipuncak namun hanya sedikit yang tahu bagaimana beratnya medan yang ia lalui untuk mencapai puncak tersebut. Diantara sulitnya medan ia terus belajar dari bertumbuh dari setiap peristiwa yang ia lalui. Dalam kedinginan yang ia alami ia akan mengharagai rasa hangat, diantara gelapnya jalan yang ia lewati ia akan menjadi menghargai cahaya, dan diantara semua itu ia menghargai proses dari setiap peristiwa yang dilewati.

Cahaya Setelah Gelap

Dalam menempuh perjalanan adalah keniscayaan akan ada cahaya setelah kegelapan, munculnya mentari setelah gelapnya malam, turunan setelah jalan yang menanjak, dan ada berbagai kemudahan setelah kesulitan. Dalam setiap melewati proses yang ada akan banyak pembelajaran dan hikmah yang sejatinya akan mampu membentuk seseorang yang jika bijak menyikapinya akan menjadi suatu sarana untuk terus belajar dari proses-proses yang dilewatinya. Apakah ia sudah dekat dengan angan yang ia harapkan atau ia harus masih berjibaku dengan patah demi patah yang ia jalani. Walau belum sampai kepuncak paling tidak ada proses yang telah ia lewati.

Dalam menghadapi kegagalan secara yang tampak mungkin ia terlihat patah, kehilangan harta benda, orang tersayang, dujauhkan, dikucilkan, remuk, hilang harapan, dan dengan semua kesedihan yang menyertainya. Namun kita tidak pernah tahu proses yang akan dilewati dalam dirinya. Sedikit banyaknya kehidupan akan terus mengajarkan hakekat kehidupan itu sendiri dan waktu akan menjawab kesedihan-kesedihan yang selalu ia keluhkan dalam doa-doanya hingga akhirnya diganti dengan senyuman-senyuman yang pada akhirnya akan ia terima sebagai sebuah ketetapan jalan dan rasa syukur yang ia akan ungkapkan.

Walau terlihat patah atau bahkan hancur dan remuk janganlah berhenti untuk terus bertumbuh dan menyemai kebaikan entah apapun kondisi yang akan dilewati. Teruslah berproses untuk dapat menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya dengan pelajaran-pelajaran yang diberikan oleh kehidupan. Dan teruslah bertumbuh karena hidup harus terus berjalan seperti layaknya air yang keruh di hilir kita tidak pernah tahu mungkin ia menjadi aliran yang bersih dan jernih ketika dimuaranya.

Penulis : Ilham Pebrika | IG: @ilhampebrika

Leave a Reply