Blog Inspirasi Hidup Untuk Indonesia

Tetanggaku Yang Kaku Telah Mengajarkanku Hal Terbaik Ini

0 11,803

Cerita berikut ini adalah sebuah kisah fiktif, tentang seorang tetangga yang kaku telah mengajarkan sesuatu hal yang baik. Baca kisahnya.

tetangga yang kakuAku melihat Mas Arya sebagai sosok yang kaku dan pendiam, bahkan meski kami kuliah di kampus yang sama dan tinggal bersebelahan rumah. Tak sekalipun kami pergi kuliah bersama, sebab tetanggaku ini memang sedikit pendiam dan sepertinya lebih senang berangkat dan pulang sendirian saja menggunakan sepeda ontelnya yang telah tua. Padahal jika dipikir-pikir, kenapa ia tak berangkat denganku saja naik sepeda motorku, apalagi beberapa jadwal kuliah kami sepertinya sama.

 Dibandingkan dengan jam terbangnya yang telah tinggi dan telah semester akhir, tentunya Mas Arya seharusnya memiliki teman yang lebih banyak di kampus, dibandingkan dengan aku yang baru saja memasuki semester kedua.

Namun tidak, sama halnya seperti di rumah, di kampus juga Mas Arya tidak memiliki banyak teman dan lebih sering menghabiskan waktunya di perpustakaan.

Aku bahkan sangat jarang melihatnya kumpul-kumpul dengan teman lainnya, hanya satu atau dua kali saja dalam sepekan. Kehidupannya terlihat sangat membosankan dan bahkan tidak menarik sama sekali, bahkan aku yang bertetangga saja sangat jarang bertegur sapa.

Kaku dan Terlihat Galak

Rumah kami yang berdempetan memang membuat keluargaku dan keluarga Mas Arya telah begitu dekat, bahkan seperti saudara saja.

Orangtuanya ramah dan bahkan selalu datang ke teras untuk sekedar mengobrol dengan orangtuaku, begitu juga dengan Mba Raras, kakak perempuan Mas Arya yang bekerja menjadi perawat di rumah sakit.

Hanya Mas Arya seorang saja yang begitu kaku dan seperti tidak pernah bergaul dengan yang lain, sehingga kesan galak sangat melekat di wajahnya yang sedikit tirus.

Rumah kami tidak dipisahkan oleh pagar ataupun pembatas lainnya, sehingga pekarangan rumah seperti menyatu saja. Kami memiliki sebatang pohon jambu air, entah milik siapa, sebab tumbuhnya persis di tengah-tengah pekarangan.

Seperti biasa, pohon yang begitu rajin berbuah ini tidak pernah dipanen dan dijual buahnya, sebab hanya akan dimakan saja oleh keluargaku dan juga keluarga Mas Arya. Jika buahnya banyak, ibu juga selalu membagikannya kepada para tetangga lainnya.

Salah Menilai

Saat ini buah jambunya belum terlalu matang merata, jadi kami memang belum pernah memetiknya. Namun siang itu, 4 orang anak kecil dari gang sebelah datang dan berupaya memanjat pohon jambu tersebut.

Anak-anak ini memang terkenal nakal dan sering membuat ulah di sekitar rumahku. Aku melihat dari balik tirai jendela kamarku yang galap, sebab hari memang sudah sedikit sore.

Mereka begitu bersemangat, memetik dan memakan jambu-jambu tersebut di atas pohonnya. Aku berniat untuk memarahi mereka, nanti setelah semua anak tersebut memanjat, sebab seorang lagi masih berdiri di bawah.

Tiba-tiba saja Mas Arya datang dan menghampiri mereka, lengkap dengan wajah kakunya yang jarang senyum itu. Anak-anak itu tak menyadarinya, hingga Mas Arya berdiri di bawah pohon jambu tersebut.

Aku penasaran dan mulai membayangkan bagaimana wajahnya ketika marah nanti, karena pohon jambunya dipanjati anak-anak itu.

Baca juga :

Namun sepertinya aku harus kecewa, karena penilaian aku salah. Mas Arya tersenyum dan melambaikan tangannya yang memegang beberapa lembar kantong plastik warna-warni seraya berkata, “Ayo ambil ini dan masukkan jambunya ke sini. Jambunya harus dicuci dulu sebelum dimakan, Dek, biar gak sakit perut.”

Aku tercengang, sebab pemuda yang kuanggap kaku dan tidak bersosialisasi ini ternyata bisa ramah juga, bahkan kepada anak-anak nakal tersebut. Sepertinya aku sudah salah menilai Mas Arya selama ini.

“Tidak perlu marah. Tunjukkan yang benar, maka mereka akan belajar,” katanya padaku beberapa hari kemudian, saat aku dan dia berangkat kuliah bersama.

Perkataannya tersebut telah mengajarkanku, terkadang untuk memberi tahu anak anak yang nakal tidak selamanya harus dengan kekerasan.

Kisah diatas merupakan kisah fiktif begitu juga dengan nama yang digunakan. Semoga kisah mengenai tetangga yang kaku ini bermanfaat. Jangan lupa baca kisah inspiratif lainnya di sipolos.com

Leave a Reply